
Aku adalah seorang wanita yang awalnya tidak dikenal oleh orang lain, hanya seorang lulusan perguruan tinggi yang sekarang masih mencari pekerjaan. Namaku “Fie”. Orang memanggilku dengan sebutan Little Fie,,(yaa,,,,seseorang yang bertubuh kecil, mungil, dan tentunya mempunyai senyuman semanis madu,,,).
Dan kisahku dimulai saat aku mendaftar pekerjaan disebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang terkenal di daerah Sungai Tabuk , Sekolah ini memang memiliki prestasi yang sangat luar biasa, namun dibalik itu semua ternyata sekolah tersebut juga memiliki 1 kelas yang susah diatur . Satu kelas dimana siswa yang berada didalamnya berasal dari kawasan yang kumuh dan negatif behaviour (sifat buruk).
Ini lah kisahku
# MELAMAR PEKERJAAN#
Hari ini tepat dibulan juni tahun 2015 aku melamar pekerjaan disebuah Sekolah Menengah Kejuruan di daerah Sungai Tabuk. Sambil membawa Amplop coklat berisi surat lamaran pekerjaan.
Saat ku berjalan memasuki kawasan sekolah tersebut kulihat beberapa anak sedang mendapatkan hukuman berdiri di tiang bendera dengan menggunakan satu kaki, ku berjalan melewati mereka. Entah kesalahan apa yang sudah mereka perbuat sehingga mendapatkan hukuman tersebut.
Kucoba untuk memasuki ruangan Kepala Sekolah,” Tok…………Tok…………..Tok……..”
“Iya, Silahkan Masuk” kata seorang laki-laki yang sedang asyik mengerjakan sesuatu, terlihat sangat sangat acuh dan tidak peduli, atau memang lagi sibuk. Aku yakin dia adalah Kepala Sekolah disini
Akupun masuk dengan harapan yang sangat cemas.
“ Silahkan duduk” ucapnya. “ Iya ,,,,terimakasih banyak” jawabku.
“ Ada yang bisa saya bantu”? Ucapnya. “saya kesini ingin mengajukan surat lamaran pekerjaan, saya mengetahui informasi ini dari selebaran yang Bapak buat bahwa di sekolah ini membutuhkan tenaga pendidik baru” jawabku.
Tiba-tiba Kepala Sekolah tersebut spontan menghentikan pekerjaannya dan menatapku dengan tatapan matanya yang begitu menggalakkan “ iya benar, kami memang membutuhkan tenaga pendidik baru, tapi kami mencarai seorang pendidik yang mempunyai komitmen tetap” jawab kepala sekolah itu dengan wajah yang begitu angkuh, sekan-akan tidak yakin dengan penampilanku ini , dia juga terlihat tidak menyukaiku bahkan diapun belum melihat profil dan data-dataku yang kutulis di surat lamaran tersebut.
Tapi, disaat itu entah mengapa hati kecilku berkata” tempatku disekolah ini,bahkan separuh dari kehidupanku ada disini” . Entah mengapa aku yakin “Aku harus berada disini “.
Tiba-tiba datang lah seorang guru yang berparas rupawan dan berbisik kepada Kepala Sekolah Tersebut.
Aku hanya bisa tertunduk dan terdiam sambil cemas “ Mungkin aku tidak akan mendapatkan pekerjaan disini “.
Kepala sekolah menatap kearahku sambil berkata “ Seberapa besar kau dapat kupercayai?”
Aku pun langsung menatap kearahnya “ Aku akan menjalankan sebanyak kepercayaan yang kau berikan padaku”. Mendengar perkataanku itu dia berkata “ Kami mempunyai satu kelas yang kami anggap sebagai kelas terburuk disini, dan selalu membuat sekolah ini malu. Jika kau mampu membuat satu prestasi dikelas tersebut, kau akan kuberi gelar dan tanda jasa, tapi jika kau gagal, kau harus keluar dari sini begitu pula dengan kelas itu, terpaksa kelas tersebut harus dihilangkan”ucapnya
Mendengar perkataannya tersebut hatiku langsung ragu.”Jika aku gagal,,maka kelas itu juga akan dihilangkan, mengapa seperti ini,,,ini tidak adil bagi siswa tersebut”
Aku bingung,,kelas yang seperti apa yang dia maksud, seburuk apa siswa tersebut ?.
Tanpa pikir panjang ku jawab “ Saya siap pak,,,,saya siap “ sahutku dengan semangat dan penuh keyakinan.
“Baiklah,,,,besok kamu bisa mulai mengajar disini” ucap kepala sekolah terssebut.
“ Terimakasih banyak pak” jawabku sambil bersalaman dengannya.
Saat aku keluar dari ruangan tersebut.
Kepala sekolah beserta guru rupawan (Yahya) sedang mengobrol.
“ Mungkin dia akan menjadi guru yang ke 99 yang akan mundur dengan sendirinya. Dia tidak tahu seperti apa kelas yang akan dihadapinya” ucap Mr.Yahya sambil bernada agak sombong
“ kita lihat saja nanti” jawab kepala Sekolah.
#PERTEMUAN PERTAMA#
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, ini adalah hari pertamaku mengajar. Entah mengajar ataukah akan ada hal yang menarik yang akan terjadi padaku. Dan hari inilah aku tahu seperti apa kelas F itu.
Ku berjalan seperti biasa, dengan tumpukan buku-buku yang kubawa ditanganku. Setibanya di depan kelas F !,,kulihat siswa-siswinya duduk dengan rapi dan tidak ribut. Seakan akan sangat siap menerima materi pelajaran dariku. Ataukah siap akan melakukan sesuatu. Aku sempat merasa aneh, inikah kelas F yang Nakal itu ???
Saat aku memasuki ruangan, aku disambut meriah dan sanngat antusiaas,,,iya ,,,tentu saja,,,sangat antusias. Aku disambut dengan guyuran hujan lokal tepat diwajahku, hujan lokal dengan satu ember penuh. Serentak semua siswa menertawakanku.
“Siswa seperti apa mereka ini?,,punya akhlak atau tidak” gumam hatiku
“apa-apaan ini” kataku….
Kalian pasti Bisa merasakan apa yang kurasakan saat itu,,,sebelumnya dari rumah penuh semangat membayangkan anak didikku yang akan kutemui hari ini menyambutku dengan Welcome Ma’am to our class”tiba-tiba sirna seketika.
Dengan segera, ku lap wajahku dengan tisu. Tanpa menghiraukan ataupun menyalahkan mereka .Dengan baju yang basah ku sapa mereka “ Selamat pagi anak-anak”.
Tidak ada satupun yang memperhatikanku. Mereka sekan-akan sengaja dan sudah merencanakan sebelumnya. Ada siswa yang asyik menggosip, ada yang berdandan, kaki di meja, bahkan rasanya aku sedang ada dipeternakan ayam.
Tapi sungguh, saat itu aku mau mengenal mereka melebihi dari rasa sesalku”Jika ku gagal,,kelas ini juga akan dibubarkan”gumam hatiku. Aku tidak mau masa depan mereka dipertaruhkan begitu saja karena ketidakmampuanku.
Lalu kulihat siswa tersebut satu persatu….dan mataku tertuju pada satu siswa yang kuanggap dialah yang berperan penting dikelas F
“ Hey,,,,kamu,,,,,,” kutunjukkan jariku padanya.
“ibu memanggilku” sahutnya. “ Iya,,,,,kamu yang disana” jawabku.
Mendengar dia berbicara, serentak siswa lainnya hening.
Memang benar…feelingku tidak salah. Dia memang seorang siswa yang berperan penting dikelas ini….ya anggap saja dialah provokator kelas ini.
“kau tau apa bedanya kau dengan singa”? ucapku
Dia terdiam sejenak sambil memikirkan jawabannya “saya seorang manusia, dan singa seorang hewan” jawabnya.
Mendengar jawabannya tersebut serentak semua siswa tertawa dan kembali gaduh kembali.
“ Kau tahu….saat singa mengaum hewan-hewan kecil akan takut dan lari, tapi jika kau yang memerintahkan semua siswa disini untuk diam, mereka tidak akan lari, mereka akan tunduk padamu,kalau kau tak percaya, coba saja” kataku sambil mengelabuinya
Diapun spontan menghempaskan tangannya ke atas meja “ Hey kalian semua,,,,diam…diam “ ucapnya
Serentak semua siswa yang ada didalamnya langsung terdiam. Saat hening seperti inilah aku bisa memperkenalkan diriku.
“ anak-anak ….terimakasih atas sambutan kalian yang sangat antusias seperti ini, aku yakin 1 ember air yang kalian berikan ini perlu pengorbanan besar untuk menyiapkannya “ ucapku….karena memang kutahu di daerah ini sangat sulit mendapatkan air bersih.
Semua siswa terdiam, sambil menunduk dan memikirkan karena pada dasarnya memang benar mereka harus menyiapakan air tersebut setetes demi tetes hingga perlu waktu yang sangat lama menunggu air tersebut penuh.
“ Perkenalkan namaku Fie,,panggil saja Ma’am, aku adalah wali kelas kalian yang ke 99 kan”? kataku.
“ Baiklah, sekarang perkenalkan diri kalian”ucapku.
Dan perkenalanpun dimulai dari seorang anak yang mempunyai peran penting dikelas tersebut.
“saya farid,,,hobi mengusir wali kelas”
“saya yogi,,,hobi membawa binatang peliharaan di kelas “
“ saya Sofian,,,hobi menebarkan rayuan”
“saya Arul….hobi melirik siswa kelas A”
“ saya risnady,,,,ibu cantik”
“saya Faisal….Hobi memalak uang dari kelas yang sombong “
“ saya dian,,,,hobi tidak belajar”
“saya Mirna,,,saya tidak senang disaingi”
“saya mayang,,,hobi menggosip”
“saya amanda….saya suka menyanyi”
“saya laina,,,,,saya tidak suka ibu disini”sambil berdandan
“saya Rizka,,,,saya tidak suka ibu disini” sambil berdandan
“saya Puput,,,saya tidak suka ibu disini” sambil berdandan
“ saya Aisya,,,saya senang ibu disini” sambil tersenyum memperhatikanku
Mendengar satu siswa yang mengucapkan dia senang ada aku disini,rasanya aku baru mendapatkan satu energy besar, menghilangkan rasa kesalku karena mendengar hobi mereka yang begitu ekstrim,,,Semangatku seakan-akan bertambah dengan sendirinya.
Saat itu adalah saat dimana aku mulai mengenal mereka. Mengetahui nama dan kepribadian mereka.
“baikalah anak-anak kita mulai pembelajaran hari ini, silahkan buka buku kalian halaman 1”. Ucapku…
Dan aku pun memulai pelajaran,, hingga “kringgngggggggggg,,,,bel pulangpun berbunyi,,,” “baiklah anak-anak , sampai bertemu besok ,hati-hati dijalan, selamat siang “ucapku
“siang buuuu….” jawab mereka dengan serentak.
Setelah aku keluar dari kelas, mereka kembali berembuk untuk rencana besok,tentunya membuat jebakan-jebakan untukku .
Farid mengatakan “aku berani taruhan guru baru itu akan minggat dari sini,,”
“aku juga yakin,,,dia bakalan mundur dengan sendirinya” jawab laina
“aku juga berani taruhan,aku akan memberikan uang saku ku untuk kalian semua jika guru itu besok tidak mundur” kata faisal
“kita harus menyusun rencana buat besok”jawab farid
Semua siswa dikelas F tersebut berembung merencanakan semuanya dengan baik. Beruntungnya aku memiliki satu orang siswa yang bernama Aisya yang membongkar semuanya padaku.
Saat semua siswa pulang,aisya menghampiriku
“Ma’am ,,,,tunggu…..”teriak aisya
“aisya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,ada apa”?jawabku
“Ma’am,,,,sebaiknya besok Ma’am jangan masuk kelas “? Ucapnya
“kenapa…………..”jawabku
“mereka sudah membuat jebakan untukmu” kata aisya……
“terimakasih aisya…………..”jawabku
Aisya pun pergi meninggalkanku.
Keesokan harinya…………………………………………………………………………………………………………………………..
“ selamat pagi anak-anak”sapaku pada mereka
“ pagi bu…………….”jawab mereka
Hari ini aku memang tidak mendapatkan guyuran hujan lokal, dan aku pun sudah mengetahui rencana mereka. Aku tahu dikursi yang akan aku tempati itu sudah dipasang jebakan super,,tapi aku tahu cara mengatasi ini .
Aku masih berdiri “baik anak-anak hari ini kita ganti peran, farid kau hari ini jadi guru,,,silahkan duduk di tempat guru” ucapku….
Tentu saja farid sangat enggan untuk mengikuti instruksiku,,,,,karena ditempatku itu sudah dipasang jebakan super.
“ Ayo farid,,,,jika kau memang berani,cepat laksanakan”.kataku.
Dia pun langsung berdiri dan menuju tempat dudukku.
Saat dia duduk di kursiku……”prakkkkkkkk” kursi itu langsung patah dan diapun terjatuh.
Semua siswa terdiam,,,,,,hening,,,,,saat itu kelas sepi seketika.
Farid merasa malu dan tertunduk,entah merasa menyesal atau merasa sangat malu…………
“mengapa kalian tidak tertawa,,,,,,,,,,,seandainya itu adalah guru,kalian serentak tertawa,,,sekarang tertawa lah” ucapku pada mereka
Mereka tetap tidak berani tertawa.
“baiklah farid,,,,kembali ketempatmu”jawabku…………lalu farid kembali ketempat duduknya.
“ hari ini kalian akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai,, kalian bisa mengambilnya di kantong faisal”?,ucapku sambil menyinggung faisal
Semuanya terdiam dan tertunduk .
Hari itu suasananya sangat hening,sepi,dan aku dalam situasi sangat nyaman memberikan pelajaran . Kemudian aku ingin mengajak mereka untuk belajar diluar ruangan agar mencairkan suasana yang begitu tegang tersebut,hari ini adalah mata pelajaran bahasa inggris dengan tema mengenal kosa kata baru dengan media benda dan segala sesuatu yang real yang terdapat di lingkungan sekolah .
Semuanya merasa senang.
#KELAS A#
Saat aku dan siswaku belajar di luar ruangan , ada sekelompok siswa dari kelas A yang sedang memperhatikan kami ,sebut saja ina,putri,sala, dan halisa, mereka memang terkenal dengan prestasi yang sangat luar biasa.”coba kalian lihat kelas F di sana,,mereka belajar dengan kegembiraan”kata ina.
Tiba-tiba saja Mr. Yahya menghampiri mereka dan telah mendengar semua percakapan mereka “ apa kau ingin bergabung ke kelas F dan menjadi siswa kumuh , yang tidak mempunyai satupun keunggulan”? ucap Mr.Yahya dengan nada yang agak kesal
“tidak pak”,,,jawab ina
“ayo cepat masuk kelas “ kata Mr. Yahya
Merekapun akhirnya masuk kelas dan memulai pelajaran.
“selamat pagi anak-anak, kita mulai pelajaran hari ini, silahkan buka buku kalian dihalaman 17 , tolong hafalkan semua rumus yang ada didalam halaman tersebut” kata Mr. Yahya
Terlihat dari raut wajah anak-anak itu yang merasa sangat terbebani dengan hafalan-hafalan yang harus mereka hafal dalam kurun waktu 1 jam.
Ina memandang keluar kelas ,dia melihat kelas F yang sedang belajar dengan tawa dan kegembiraan mereka, hal ini menimbulkan rasa iri dihatinya.
Inilah gaya Mr. Yahya dalam mengajar,selalu membebani siswanya dengan hafalan-hafalan yang sebenarnya membuat siswa merasa terbebani.Memang, dengan cara tersebut siswa akan mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dalam Ulangan akhir Semester, dan selalu mendapatkan nilai terbaik dibandingkan kelas-kelas yang lain, apalagi kelas F,,,,mendapatkan nilai 50 saja sangat sulit.
“Kringgggggggggg”,,bel istirahatpun berbunyi……..
“ Baik anak-anak kita lanjutkan setelah istirahat” ucap Mr. Yahya
Sebagian siswa keluar ruangan, hanya ada satu siswa yang bertahan dalam kelas. Dia adalah zihat, siswa yang paling termanis di seluruh kelas, bukan hanya termanis, tapi juga karena tingkah dan perilakunya yang santun pada semua orang. Terlihat dia sedang memikirkan sesuatu,,,sesuatu yang besar.
Satu jam sebelumnya “aisya tunggu,,,,,,,” kata zihad
Aisya nampak gelisah dan ingin menghindar dari zihat, karena aisya tahu jika seandainya hubungan mereka diketahui oleh Farid dan juga kelas A, maka akan menjadi masalah yang besar.
“Tolong jangan temui aku lagi, aku tidak ingin kau dalam masalah,akhiri saja semuanya”jawab aisya.
“maksudmu “? Sahut zihat
“ kita sudah selesai” jawab aisya
Tiba-tiba datang lah putri dari kelas A “Zihat…………..ternyata kau disini,
Putri berkata “ hey aisya,,,,,kau tahukan resiko jika berani mendekati zihat, sebaiknya kau jauhi zihat”
Kemudian putri menunjukkan jarinya kehadapan zihat dan berkata “ hey zihat,,,kau jangan pernah mendekati aisya lagi,kau jangan membuat kelas A kita ini jadi tercemar hanya gara-gara aisya Kelas F itu, kalau kau sampai menemuinya lagi , akan ku laporkan kau ke ayahmu” ancam Putri.
Ayah zihat adalah seorang donatur terbesar di sekolahan SMKN 1. Jika ayahnya mengetahui bahwa putranya menjalin hubungan dengan Aisya dari desa kumuh tersebut, kemungkinan besar Zihat akan dipindahkan dari sekolahan itu.
Hal itu lah yang sedang di fikirkan zihat.
Di suatu tempat yang lain, tepatnya di kantin sekolah,,,,,,tempat dimana semua cowok-cowok dari kelas F yang menguasai kantin itu. Disana ada Sofian, faisal, yogi, dian, risnady, dan tentunya Farid
“ Hey Ina…………….tambah manis saja senyumanmu” ucap Sofian
“ihhhhh…..Najis “ jawab ina dengan kesal………..
Ina langsung meninggalkan kantin tanpa mendapatkan apa-apa….
Melihat ina pergi,,,sofian tertawa dan berkata “kantin ini milik kita”..
Tidak terasa “Kringgggggggggggggg” bel masuk pun berbunyi,,,,dan semuanya kembali masuk kelas masing-masing.
Saat aku ingin menuju kelas ku lihat Mr. Yahya sedang memarahi 4 serangkai(Restu,Laina,Puput,Rizka) yang memang berulah dengan memakai alat-alat kosmetik berlebihan ”Kalian tau ini sekolah,tempat belajar,,,bukan salon kecantikan,,,,mau jadi apa kalian ini,,,sekarang berdiri di bawah tiang bendera”.
Mendengar ancaman Mr.Yahya ,akupun langsung membela mereka “ Tunggu Mr.Jabbar,,,,mereka hanya melakukan apa yang kusuruh, kami hari ini memang akan belajar beauty class” sahutku sambil meletakkan kedua tangan ku dibelakang, karena pada saat itu aku berbohong pada Mr.Yahya
Mr.Yahya langsung meninggalkan kami pergi
“ Ayo cepat masuk kelas,dan hapus semua make up di wajah kalian,,,kalian terlihat seperti Badut nganggur” ucapku
Mereka langsung melakukan apa yang aku katakan…
Tiba-tiba restu mengatakan” Ma’am,,,,,thanks”……
Aku hanya bisa membalasnya dengan senyumanku.
“Ayo kita masuk” sahutku….
Dan akupun menuju kelas……
Geng 4 serangkai menatapku,” Aku mulai menyukainya” sahut restu
“Aku juga” ucap Laina
“Aku Juga” sahut Rizka
“Aku juga sama,,,bahkan aku sudah menyukainya” jawab puput
Saat aku memasuki kelas……” ya ampun…….”ucapku
Kelas sangat berantakan , ayam milik yogi berlarian kesana kemari, dan mengejutkannya lagi Bapak Kepala Sekolah sedang menuju ke kelas kami…
“Anak-anak ,,,Bapak kepala Sekolah sedang menuju kemari,,,,cepat bereskan semua nya,,aku akan mengalihkan perhatiannya” teriak ku pada mereka..
Aku langsung menuju ke arah Bapak Kepala Sekolah “Bapak,,,,,Mau kemana “ tanyaku…
“Aku akan melihat-lihat Kelas, siapa tau ada yang berulah
Sambil menghalanginya “ Bapak, tunggu,,,,saya mau minta tanda tangan Bapak,Ada beberapa RPP yang harus di Sahkan oleh Bapak” ucapku sambil berusaha menghalanginya agar tidak menuju ke kelas F.
“ nanti saja,,,,kau letakkan saja di meja kerjaku,nanti akan ku tanda tangani” jawabnya
“ Tapi pak,,,,ini sangat mendesak” sahutku
“ Nanti saja” jawabnya
Disisi lain anak-anak kelas F sedang bekerja keras membereskan kelasnya, ada yang berusaha menangkap ayam-ayam yang berkeliaran di kelas, ada yang asyik menghapus make up dari wajahnya, ada yang membereskan meja-kursi, dsb.
Aku tak bisa menghalangi Bapak Kepala Sekolah tersebut lebih lama lagi, dan akhirnya dia langsung menuju kelas F.
Setibanya Bapak Kepala Sekolah itu tiba didepan Kelas…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Semuanya sedang serius belajar sambil membaca buku dengan tenang. Begitu terkejutnya aku melihat situasi seperti ini.
Bapak Kepala Sekolah pun meninggalkan kelas kami dan menuju kelas yang lain.
“ Bagaimana Bisa “ kataku pada anak-anak
Lalu mereka semua tersenyum padaku sambil mengangkat kerah baju mereka, seakan-akan bangga telah berhasil melakukan sesuatu. Dan aku pun hanya bisa membalas senyum mereka dengan bangga.
#FIGHT#
Keesokan Harinya
Ini tepat satu minggu aku mengajar disini,dan ku awali hari dengan seperti biasanya ,,mengajar dengan caraku sendiri. Saat itu aku tidak melihat Farid, hari ini dia tidak masuk kelas.
“ Kemana Farid “ tanyaku pada siswaku
“ Kerja bu,,,,,” sahut Faisal
“Kerja,,,,,kerja Apa”? jawabku
“ Kalau ibu mau tau setelah pulang sekolah ikut denganku, nanti akan kutunjukkan “ kata faisal
“Aku ikut bu” kata Rizka dan geng 4 serangkai
Aku tersenyum tanda mengiyakan permintaan mereka .
Saat pulang sekolah di Parkiran Siswa, aku menemui Faisal “ Faisal,,,,,kau mau mengantarku ketempat Farid?………….”Iya bu,,,,dengan senang hati “ Jawab Faisal
Faisal menyiapkan kendaraannya dan memboncengku menuju tempat farid bekerja” ayo naik bu” ucapnya
Dan akhirnya kami berenam menuju tempat farid.
Sesampainya disana, kulihat dari jauh ada seorang anak laki-laki yang tidak lain adalah farid.
Kulihat dia sedang bekerja sebagai buruh pasir.
“apa ibu mau menghampiri farid” kata faisal
“tidak……….kita cukup disini saja” sahutku
Kami pun hanya memperhatikan farid dari jauh. hatiku berkata “ternyata beginilah kehidupan farid, dia rela bekerja hanya untuk membayar sekolahnya.
Lalu faisal mengajakku untuk ke desa tempat tinggalnya “ ibu mau jalan-jalan” ucapnya….
Entah mengapa hari itu muridku yang satu ini ingin mengajakku jalan-jalan.
“kemana…”? jawabku
“akan kubawa kau ke desa tempat tinggal kami” katanya…
“Ide bagus” sahut restu dan geng 4 serangkai
“baiklah…..” Jawabku
Sesampainya di desa yang di tuju,, disana aku bertemu dengan orang tua faisal. Sungguh pertemuan yang tidak disangka-sangaka. Aku disambut dengan begitu sopan, berbeda dengan sambutan yang kuterima saat pertama kali memasuki kelas F. Disana aku mengobrol banyak dengan orang tua faisal bersama dengan Geng 4 serangkai sambil minum teh dan makan bersama.
Hari sudah mulai sore, dan kami pun kembali pulang.
“Kami pamit,,,,,,,,,terimaksih atas jamuannya” sahutku
“lain kali mampir lah kesini,,,,,kami senang anda kesini,,,” jawab ayah faisal
“tentu saja” ucapku..
Ke esokan harinya.
Saat aku duduk ditempat kerjaku dikantor. Tiba-tiba datang mirna dengan terburu-buru
“ Ma’am…………..faisal berkelahi”
Spontan aku langsung berlari menuju tempat perkelahian tersebut. Ternyata disana sudah ada Mr.Yahya dan Mr. Dimas (Kepala Sekolah)
“STOP…………STOP” ucap Mr. Yahya sambil melerai Faisal dengan Ridho beserta anggota kelas F dan A yang lain.
“Apa masalahmu “ kata Mr. Yahya sambil menunjukkan jarinya tepat kedepan muka Faisal.
Aku tak tega, dan langsung ku hampiri Faisal sambil berdiri disampingnya.
“Dia mengambil uangku” kata Ridho
“aku tidak mengambil uangmu” sahut Faisal sambil ingin melanjutkan perkelahian kembali.
Spontan aku langsung mencegahnya.” Faisal,,,Jangan “ sahutku……….
“Lihatlah siswa F itu ,,,,tidak punya malu,,,tidak berpendidikan “ sahut Mr.Yahya
Mendengar ucapan Mr.Yahya ,faisal langsung mendorong Mr. Yahya hingga terjatuh
Entah apa yang harus aku lakukan pada saat itu,,entah mengapa tangan ini spontan menampar wajahnya sambil berkata “ Faisal…..apa yang kau lakukan “ kataku
“aku kira kau adalah penyelamatku,,,,,,ternyata aku salah menilaimu” ucap Faisal sambil meninggalkanku.
“faisal……………….Faisal…………..” teriaku sambil memanggil namanya
Namun dia tetap tidak mendengarkanku.
Karena mendapat perlakuan dari Faisal,maka Mr. Yahya dan Kepala Sekolah memberikan hukuman skorsing selama 2 bulan. Bukan hanya faisal yang mendapat hukuman, namun seluruh siswa F harus dirumahkan selama 2 bulan karena mereka juga terlibat dalam perkelahian tersebut.
Padahal, 2 bulan lagi mereka akan ada Ulangan Kenaikan Kelas
“ Ibu fie,,kau lihat kelakuan anak didikmu,,,itulah anak didik yang kau banggakan,,,terpaksa mereka semua harus di rumahkan selama 2 bulan” kata Mr.Dimas
Aku tidak bisa berkata apa-apa pada saat itu, tidak ada pembelaan dariku.
Aku pun pergi meninggalkan mereka dan menuju kelas F.
Kemudian aku masuk kelas……..Mereka membuang muka padaku.
Kulihat semua siswa pada hari itu merasa kesal padaku. Satu persatu mereka keluar kelas, bahkan aisya pun juga ikut meninggalkanku.
Aku tahu ,ini tidak adil bagi mereka
Disuatu tempat …
Rizka menghampiri faisal,,,,,”Faisal,,,,,tidak seharusnya kita membenci Ma’am” ucap Rizka
“aku tau,,,,tapi,,,,,,mengapa dia menyakitiku” sahut faisal
“ Ma’am tidak menyakitimu,,,dia sayang padamu,,makanya dia melakukan hal itu untuk membuatmu sadar sal” sahut Rizka
“seharusnya dia membelaku, bukan menamparku seperti ini “ jawab faisal
“coba kau fikirkan sal,,,,seandainya kau ada diposisi Ma’am ,apa yang akan kau lakukan “? Ucap rizka
Faisal langsung meninggalkan rizka dan menuju ke kelas …Rizka pun mengikutinya, sesampainya di muka kelas mereka mendengarkan percakapanku dengan risnady.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Saat kelas kosong,. Aku duduk di kursi mereka ……..” aku tau ,,,mengajar itu mudah,belajar lah yang sulit,,,” aku masih berharap mereka akan masuk kelas dan belajar denganku. Tapi ternyata sampai bel berbunyi ,tak ada satupun yang masuk kelas. Aku duduk dikursi mereka, menyentuh kursi-kursi mereka dan Tiba-tiba Risnady datang menghampiriku, dan duduk disampingku “aku tau ibu tidak salah,,” ucapnya………
“ kau tau………..selama ini aku tidak pernah mengajarkan kepada kalian kejahatan dibalas kejahatan kan,,,,kau masih ingat ketika aku baru pertama kali masuk kelas ini,,,kalian semua menghukumku,,apa balasanku ?,aku tak pernah membenci kalian,,,,,,,rasa sayangku ke kalian tidak bisa ditukar dengan apapun”. Sahutku…
“Lalu,,,bagaimana dengan nasib kami bu”? jawabnya
“ kalian di skorsing selama 2 bulan” kataku…
“2 bulan,,,,bukankah 2 bulan lagi kita akan Ulangan,bagaimana kami belajar?ucap Risnady ….
“ aku akan tetap mengajar dan kalian akan tetap belajar,,,walau kita tidak belajar disekolah ini”…sahutku
Rupa-rupanya ,,,,,siswa F mendengar pembicaraan ku dengan Risnady….mereka masuk kelas sambil meminta maaf padaku.
“Ma’am maafkan kami………………….”sahut geng dandan (restu, laina, Rizka,Puput) sambil memegang tanganku.
“maafkan kami semua bu,,,,”sahut farid
“maafkan ibu faisal……” sambil menghampirinya
“aku yang salah bu,,,,,,,,,,,,,maafkan aku”jawab faisal sambil memegang tanganku
“Tidak seharusnya aku memperlakukan Mr.Yahya seperti itu” sahut Faisal
“kita lupakan masa lalu,,,,,,sekarang saatnya kita buktikan kepada semua orang,bahwa kalian bisa menjadi yang terbaik………..” sambil memberikan semangat kepada mereka
“ Tapi bagaimana dengan kami bu,kami tidak boleh sekolah lagi” kata aisya
“ Lalu bagaimana dengan buku-buku kita, kita tidak bisa meminjam dari perpustakaan lagi”? Sahut Restu
“Bagaimana Ibu Mengajar tanpa Buku”? Sahut Farid
“ Ibu akan mengajar dari hati bukan dari buku” Sahutku….
“Kami sayang ibu” Kata aisya sambil memegang tanganku
“ baiklah besok kita sekolah di tempat yang kita mau,,,, ,,,,,”sahutku sambil merangkul mereka.
Mereka tersenyum bahagia
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
Disisi lain, Arul yang merupakan anggota dari kelas A sedang memikirkan sesuatu. Dia melihat kejadian yang sebenarnya terjadi pada saat itu, memang benar Faisal tidak mencuri uang Ridho, Syahrani lah yang telah melakukan pencurian tersebut.Namun sayang, Arul tidak memberitahukan hal tersebut kepada siapapun.
Dan akhirnya ,,,,pada saat 2 bulan penuh,,kami belajar disemua tempat yang kami mau, kami belajar di kapal, di museum, di mesjid, di pulau kembang, dan disemua tempat yang kami anggap nyaman.
Saat kelas F tidak ada di sekolahan tersebut, ada satu hal yang terjadi, Ridho kembali kehilangan Uang , bukan hanya Ridho, Ina dan Putri juga mengalami hal yang sama.
Terlihat Ridho sedang membongkar tas sambil mencari uang
Begitu juga dengan ina dan putri……
Mereka bertiga langsung melaporkan hal tersebut kepada Mr.Yahya
Dua bulan kemudian
Dan hari ini tiba lah disaat mereka akan melaksanakan Ulangan Kenaikan Kelas . Aku sebagai pengawas di kelas A dan Mr.Yahya sebagai pengawas ujian di kelas F.
Setelah beberapa hari melaksanakan Ulangan kenaikan kelas ,,dan akhirnya nilainya pun telah update. Para siswa berbondong-bondong melihat papan pengumuman.
Setelah melihat papan pengumuman,,,semua siswa F berlari mencari ku ke kantor.
Aisya,Mirna,Mayang,4 serangkai, dan yang lainnya ,merangkulku…….
“Terimakasih ma’am,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,kami semua naik kelas” sahut aisya….
Mendengar perkataan aisya aku langsung mengatakan “ kalian semua hebat” ucapku
“Bukan Cuma hebat bu,,,,Aisya mendapatkan nilai tertinggi dan mengalahkan kelas A” Sahut Mayang
“ Benarkah…………….”? jawabku
“Terimakasih bu atas semuanya” sahut Aisya
Tidak terasa mereka sudah duduk dikelas XI . dan mereka tidak lagi di letakkan sebagai gelar Kelas F, Sekarang mereka sudah digabungkan ke dalam kelas A. Kelas F hanya sebuah kenangan untuk saat ini.
Arul pun juga sudah memberitahukan semuanya kepada Kepala sekolah kalau ternyata bukan faisal yang melakukan pencurian tersebut, syahrani lah yang melakukan itu semua.
“Bapak,,,,,,,,,,saya ingin mengatakan sesuatu,,” ucap arul
“katakan saja” sahut Mr.Dimas
“sebenarnya sejak dulu saya ingin memberitahukan hal ini ,,,sebenarnya Faisal tidak pernah mencuri uang Ridho,,,Syahrani lah pelakunya”,,kata Arul
“Panggil Syahraninya sekarang”sahut Bapak Kepala Sekolah
Akhirnya Syahranipun dikeluarkan dari sekolahan. Ridho meminta maaf kepada Faisal dan antara kelas F dan kelas A sekarang sudah damai.
Di kelas XI mereka mendapatkan penghargaan, yang dulunya dicap sebagai kelas F sekarang menjadi kelas A, mereka semua digabungkan dalam 1 kelas.
Mantan Kelas F merasa canggung bergabung dengan kelas A, apalagi harus menerima kenyataan bahwa wali kelas mereka adalah Mr. Yahya.
Hal ini tidak bisa dibiarkan oleh Farid,,Farid berencana untuk mengusir wali kelas itu,,,farid dan yang lainnya berencana akan melakukan demo. Mereka akan demo untuk minta ganti wali kelas
“ Kita harus melakukan sesuatu agar miss fie jadi wali kelas kita kembali” ucap farid
“ Bagaimana caranya “? Sahut ridho
“ Kita akan demo” kata restu dan geng 4 serangkai
“ iya,,,kita harus demo “ sahut putri
Dan mereka pun menyusun rencana. Kini kelas F dan A yang menjadi kelas gabungan tersebut telah menjadi satu tim.
Mereka menemui kepala sekolah dan berdemo………..
Dengan susah payah akhirnya permintaan merekapun dikabulkan. Aku kembali menjadi wali kelas mereka.
#KELAS BARU#
Ini hari yang luar biasa,,,, hari pertama dimana aku mengajar di kelas xi gabungan antara kelas F dan A.
Beginilah suasana sebelum bel jam pertama berbunyi,,Mayang,mirna dan Puput asyik menggosip,dan melakukan hal-hal yang lain. Disana nampak Ridho sedang memperhatikan Restu yang sedang membersihkan kelas, faisal yang sedang mencuri pandang terhadap rizka, zihat yang sedang meminta bantuan Aisya untuk mengerjakan Pr, Yogi yang sedang mengurus ayam-ayamnya, laina yang sedang bersolek, sofian yang sedang menebar rayuan dan gombalannya terhadap ina,,,sesekali sofian melihat ke laina, siswi yang sebenarnya dia cintai, namun tidak pernah di respon .
Saat aku tiba didalam kelas,,,,mereka secara bergantian bersalaman padaku….hati kecilku berkata “aku memang belum sepenuhnya menjadi bagian dari mereka, tapi aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu belajar untuk memahami semua anak didikku “
Inilah ceritaku, yang sebenarnya bukanlah akhir dari sebuah cerita, ini hanyalah awal permulaan, masih banyak yang harus aku pelajari sebagai seorang guru.
Bagaimanapun bentuk fisik seorang guru, baik mereka kecil,besar, cantik, galak, ramah, mereka tetap guru kalian, guru yang selalu menginginkan anak didiknya sukses.jadi hormatilah mereka.
Kerja seorang guru tidak ubah seperti kerja seorang petani yang senantiasa membuang duri serta mencabut rumput yang tumbuh di celah-celah tanamannya ( Abu Hamid Al-Ghazali )…….
*Selamat hari pendidikan untuk setiap hari dan selamat hari guru untuk setiap saaat *
SungaiTabuk, 2018
heaven channel(Nurul Hafizah)
